Persetan dengan Aturan
Wednesday, January 17th, 2007Boleh atau ga boleh gw mau nyebut peraturan "bullshit". Gak smua peraturan memang.. Dan ga berarti gw ga mau diatur.. Gw rasa wajar jika peraturan ada untuk ngatur sesuatu hal supaya "tertib". tapi apa benar peraturan itu benar adanya? … kadang gw berpikir peraturan itu kadang yang ngebuat org jadi fanatik terhadap suatu hal , secara ga langsung sih.. Dan tentunya bagi org2 yang "jadi budak aturan" (= setia) merasa bangga karna sudah menjadi org yang cukup teratur.
Contoh yang paling nyata ituh aturan di negara kita ttg pernikahan beda agama.. Penting ga sih?? Indonesia terdiri dari banyak suku dan 5 agama yg diakui (yg gw tau sampai saat ini). Banyak sekali poster atau orasi2 ttg "persamaan" diantara mereka yang saling berbeda itu. Tapi .. peraturan di negara ini sendiri? Mengharuskan banyak pasangan untuk terus mencari pasangan mereka yang sesama. (dalam hal ini agama). Makanya gw bilang tadi, secara ga langsung peraturan ngebuat org2 fanatik dalam suatu hal.
Bagaimana org2 yg saling berbeda ini dapat bersatu? Bagaimana adanya persamaan klo begini? Bagaimana org2 indonesia bisa terbuka dengan org2 indonesia yang lain?
Aturan dibuat oleh manusia. Secara yang kita tau , manusia punya ego masing2.. Manusia berpikir dia bisa/ lebih dari manusia lain. Tapi sekali lagi manusia punya keterbatasan. Manusia pembuat segala tetek bengek aturan berharap dengan aturan bisa membuat manusia lain merasa nyaman atau apalah namanya. Tanpa berpikir apa "keinginan dan tujuan" manusia itu sendiri..
Hehe.. Dah ah.. Capey dey.. kikikiki